Mobil Aballs menjadi pemenang dalam kontes modifikasi, Autoblackthrough 2010. Dapur pacu mobil ini dikembangkan oleh LIPI, sementara seluruh tubuh Aballs dibuat secara custom oleh rumah modifikasi Signal.
Mobil Balap Listrik dan Modifikator Nasional
Rendahnya nasionalisme dan patriotisme ATPM merusak kemandirian industri otomotif Indonesia
Banyak hujatan yang dilontarkan kepada Indonesia akan ketergantungan yang luar biasa kepada asing dalam industri otomotif.
Beberapa menyalahkan sikap korupsi, mental kuli, dan sikap tidak kreatif Indonesia. Namun sebenarnya yang paling bertanggung jawab dalam kemandegan tersebut adalah ATPM.
Di India dan China, ATPM sangat berperan penting dalam motor penggerak pengembangan industri motor setempat. ATPM juga menjadi sarana alih teknologi yang sangat mumpuni.
Hanya saja di Indonesia, ATPM malaha kepanjangan tangan brand asing, hal ini diakibatkan karena asing juga menjadi pemilik mayoritas saham dalam ATPM tersebut.
Alih-alih menjadi penegah dalam alih teknologi, ATPM malah digunakan oleh asing untuk memonopoli pasar otomotif, mendikte kebijakan pemerintah dan mengaruk semua potensi bisnis turunan industri otomotif.
Pada zaman dimana era nasionalisme dan kebanggaan tehadap negara sudah bukan sesuatu yang tabu, asing dan ATPM seharusnya mengubah diri dari perilaku neo-kolonialisme seperti ini. Imperialisme ekonomi ini akan membuat konsumen menjadi objek dan bukan subjek dari pengembangan pasar. Usaha-usaha untuk melepaskan diri dari cengkeraman asing ini akan terus diddengungkan dan brand asing akan menjadi musuh dalam selimut.
Sebenarnya kalau asing misalnya toyota, ingin mengembangkan sayap, mereka harus ikut serta dalam pengembangan kemandirian industri otomotif nasional yang murni, bukan seperti kijang, sehingga penghormatan dan penghargaan kepada asing atau toyota akan semakin mempribumi.
Labels: indonesia
Rendahnya nasionalisme dan patriotisme ATPM merusak kemandirian industri otomotif Indonesia
Banyak hujatan yang dilontarkan kepada Indonesia akan ketergantungan yang luar biasa kepada asing dalam industri otomotif.
Beberapa menyalahkan sikap korupsi, mental kuli, dan sikap tidak kreatif Indonesia. Namun sebenarnya yang paling bertanggung jawab dalam kemandegan tersebut adalah ATPM.
Di India dan China, ATPM sangat berperan penting dalam motor penggerak pengembangan industri motor setempat. ATPM juga menjadi sarana alih teknologi yang sangat mumpuni.
Hanya saja di Indonesia, ATPM malaha kepanjangan tangan brand asing, hal ini diakibatkan karena asing juga menjadi pemilik mayoritas saham dalam ATPM tersebut.
Alih-alih menjadi penegah dalam alih teknologi, ATPM malah digunakan oleh asing untuk memonopoli pasar otomotif, mendikte kebijakan pemerintah dan mengaruk semua potensi bisnis turunan industri otomotif.
Pada zaman dimana era nasionalisme dan kebanggaan tehadap negara sudah bukan sesuatu yang tabu, asing dan ATPM seharusnya mengubah diri dari perilaku neo-kolonialisme seperti ini. Imperialisme ekonomi ini akan membuat konsumen menjadi objek dan bukan subjek dari pengembangan pasar. Usaha-usaha untuk melepaskan diri dari cengkeraman asing ini akan terus diddengungkan dan brand asing akan menjadi musuh dalam selimut.
Sebenarnya kalau asing misalnya toyota, ingin mengembangkan sayap, mereka harus ikut serta dalam pengembangan kemandirian industri otomotif nasional yang murni, bukan seperti kijang, sehingga penghormatan dan penghargaan kepada asing atau toyota akan semakin mempribumi.
Labels: indonesia
Pengembangan Sepeda Motor Listrik Nasional
Dalam menghadapi tantangan kebutuhan energi yang semakin tinggi di satu pihak, maka sudah menjadi keterharusan di pihak pengguna energi untuk melakukan upaya signifikan dalam penghematan energi dan upaya nyata pengurangan emisi karbon, sebagaimana yang di sampaikan oleh Presiden SBY pada pertemuan “United Nations Climate Change Conference” yang dikenal sebagai Pertemuan Copenhagen 2009 dimana para pemimpin dunia sepakat untuk mengurangi produksi gas emisi pada tahun 2030 mendatang. Indonesia termasuk salah satu negara yang berjanji akan mengurangi jumlah gas emisi sebanyak 26 persen pada tahun 2030 mendatang.
Inovasi teknologi energi baru dan terbarukan yang diaplikasikan pada sektor transportasi sudah menjadi kewajiban para ilmuwan, peneliti dan para rekayasa untuk mengembangkan inovasi teknologi alat-alat transportasi yang ramah lingkungan, hemat energi serta murah dan awet pemeliharaan. Kementerian Riset dan Teknologi berupaya mendukung dan mendorong teknologi inovasi kerjasama ABG (Academician, Business dan Government) yang telah dilakukan oleh Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronika LIPI Bandung dengan PT Betrix Indonesia dalam mengembangkan proyek sepeda motor listrik tanpa BBM dan infrastruktur stasiun "electric re-fuelling system” pertama karya anak bangsa.
Prototype sepeda motor listrik tanpa BBM tersebut diberi merk "ABYOR" yang berarti cemerlang dengan kinerja jarak tempuh 200 km per pengisian baterei (recharging), kecepatan maksimum 40 km/jam, akselerasi 0-35 km/jam dalam 10 detik. Acara uji-coba telah dilakukan oleh tim gabungan dari Biro Litbang Polri, Dit Samapta, Ditlantas Mabes Polri di Lapangan Brigif 15 Kujang II Cimahi Jawa-Barat, yang dibuka oleh Hari Purwanto Asisten Deputi Program Unggulan dan Strategis Kementerian Riset dan Teknologi serta dihadiri Kepala Pusat Inovasi LIPI, Bambang Subiyanto, Kepala Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronika LIPI, Adi Santoso, serta pejabat teras PLN serta berbagai pihak ABG lainnya yang lalu.
Dalam kesempatan yang sama, Hari Purwanto meninjau dan mencoba kendaraan minibus roda empat yang bermesin full listrik hasil kerjasama pengembangan LIPI dan DIKTI, serta eksperimen pemanfaatan hidrogen generator hasil pengembangan LIPI dan PLN pada kendaraan roda empat lainnya.
Untuk kedepan, kebijakan riset dan teknologi diarahkan guna menggalang upaya nyata kerjasama konsorsium R&D yang dapat meningkatkan produktifitas R&D yang didukung berbagai pihak seperti kemampuan disain lokal serta meningkatkan kandungan lokal, sehingga diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan kapasitas inovasi teknologi transportasi yang "ramah lingkungan", terjangkau dan murah dapat semakin terwujud, guna melakukan upaya nyata seperti apa yang telah disampaikan oleh Presiden SBY pada pertemuan Copenhagen tahun 2009. (ADPRUS/ humasristek)
Pengembangan Sepeda Motor Listrik Nasional
Dalam menghadapi tantangan kebutuhan energi yang semakin tinggi di satu pihak, maka sudah menjadi keterharusan di pihak pengguna energi untuk melakukan upaya signifikan dalam penghematan energi dan upaya nyata pengurangan emisi karbon, sebagaimana yang di sampaikan oleh Presiden SBY pada pertemuan “United Nations Climate Change Conference” yang dikenal sebagai Pertemuan Copenhagen 2009 dimana para pemimpin dunia sepakat untuk mengurangi produksi gas emisi pada tahun 2030 mendatang. Indonesia termasuk salah satu negara yang berjanji akan mengurangi jumlah gas emisi sebanyak 26 persen pada tahun 2030 mendatang.
Inovasi teknologi energi baru dan terbarukan yang diaplikasikan pada sektor transportasi sudah menjadi kewajiban para ilmuwan, peneliti dan para rekayasa untuk mengembangkan inovasi teknologi alat-alat transportasi yang ramah lingkungan, hemat energi serta murah dan awet pemeliharaan. Kementerian Riset dan Teknologi berupaya mendukung dan mendorong teknologi inovasi kerjasama ABG (Academician, Business dan Government) yang telah dilakukan oleh Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronika LIPI Bandung dengan PT Betrix Indonesia dalam mengembangkan proyek sepeda motor listrik tanpa BBM dan infrastruktur stasiun "electric re-fuelling system” pertama karya anak bangsa.
Prototype sepeda motor listrik tanpa BBM tersebut diberi merk "ABYOR" yang berarti cemerlang dengan kinerja jarak tempuh 200 km per pengisian baterei (recharging), kecepatan maksimum 40 km/jam, akselerasi 0-35 km/jam dalam 10 detik. Acara uji-coba telah dilakukan oleh tim gabungan dari Biro Litbang Polri, Dit Samapta, Ditlantas Mabes Polri di Lapangan Brigif 15 Kujang II Cimahi Jawa-Barat, yang dibuka oleh Hari Purwanto Asisten Deputi Program Unggulan dan Strategis Kementerian Riset dan Teknologi serta dihadiri Kepala Pusat Inovasi LIPI, Bambang Subiyanto, Kepala Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronika LIPI, Adi Santoso, serta pejabat teras PLN serta berbagai pihak ABG lainnya yang lalu.
Dalam kesempatan yang sama, Hari Purwanto meninjau dan mencoba kendaraan minibus roda empat yang bermesin full listrik hasil kerjasama pengembangan LIPI dan DIKTI, serta eksperimen pemanfaatan hidrogen generator hasil pengembangan LIPI dan PLN pada kendaraan roda empat lainnya.
Untuk kedepan, kebijakan riset dan teknologi diarahkan guna menggalang upaya nyata kerjasama konsorsium R&D yang dapat meningkatkan produktifitas R&D yang didukung berbagai pihak seperti kemampuan disain lokal serta meningkatkan kandungan lokal, sehingga diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan kapasitas inovasi teknologi transportasi yang "ramah lingkungan", terjangkau dan murah dapat semakin terwujud, guna melakukan upaya nyata seperti apa yang telah disampaikan oleh Presiden SBY pada pertemuan Copenhagen tahun 2009. (ADPRUS/ humasristek)
Pemda Jateng dan Jatim Akan Gunakan Mobil Esemka, Siapa menyusul??
Ini merupakan tindakan yang perlu dicontoh. Tidak hanya berbicara mengenai pengembangan mobil nasional, tapi juga memberikan kontribusi konkret terhadap usaha pengembangannya.
Seperti yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Rencananya kedua pemda tersebut akan menggunakan mobil buatan anak-anak SMK tersebut.
"Ya, sepertinya mereka tertarik, karena masing-masing sudah memesan sebanyak 100 unit mobil Esemka," ujar konsultan Departemen Pendidikan Nasional Ari Setiawan, ketika dikunjungi detikOto, di pameran Indonesian Manufacturing, di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Rabu, (2/12/2009).
Rencananya Esemka yang diminati Pemda ini adalah Esemka Digdaya. Sebelumnya Digdaya juga sudah diminati oleh kalangan di China.
Meskipun belum tahu akan digunakan untuk apa, namun Ari berharap, pemesanan tersebut dilakukan karena kedua instansi pemerintah tersebut tertarik untuk menjadikan mobil Esemka sebagai unit operasional mereka.
"Itu salah satu tindakan konkret mereka, jadi tidak hanya asal bicara saja," tambahnya.
Sehingga saat ini, Ari hanya tinggal memikirkan bagaimana caranya memenuhi permintaan total 200 unit tersebut, dengan memacu para anak-anak SMK untuk semakin kreatif dan produktif. Kapan Pemerintah Pusat menyusul?
Labels: auto, Car, ESEMKA Made in Indonesia, indonesia
Pemda Jateng dan Jatim Akan Gunakan Mobil Esemka, Siapa menyusul??
Ini merupakan tindakan yang perlu dicontoh. Tidak hanya berbicara mengenai pengembangan mobil nasional, tapi juga memberikan kontribusi konkret terhadap usaha pengembangannya.
Seperti yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Rencananya kedua pemda tersebut akan menggunakan mobil buatan anak-anak SMK tersebut.
"Ya, sepertinya mereka tertarik, karena masing-masing sudah memesan sebanyak 100 unit mobil Esemka," ujar konsultan Departemen Pendidikan Nasional Ari Setiawan, ketika dikunjungi detikOto, di pameran Indonesian Manufacturing, di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Rabu, (2/12/2009).
Rencananya Esemka yang diminati Pemda ini adalah Esemka Digdaya. Sebelumnya Digdaya juga sudah diminati oleh kalangan di China.
Meskipun belum tahu akan digunakan untuk apa, namun Ari berharap, pemesanan tersebut dilakukan karena kedua instansi pemerintah tersebut tertarik untuk menjadikan mobil Esemka sebagai unit operasional mereka.
"Itu salah satu tindakan konkret mereka, jadi tidak hanya asal bicara saja," tambahnya.
Sehingga saat ini, Ari hanya tinggal memikirkan bagaimana caranya memenuhi permintaan total 200 unit tersebut, dengan memacu para anak-anak SMK untuk semakin kreatif dan produktif. Kapan Pemerintah Pusat menyusul?
Labels: auto, Car, ESEMKA Made in Indonesia, indonesia
Motor konsep Kanzen Sasori

Produk konsep yang disajiakan disampaing menawarkan banyak inovasi seperti skubek sport, juga motor yang sangat Indonesia banget semisal Kanzen Hybrid yang mengaplikasi dual penggunaan BBM dari LPG dan Bensin lalu ada Kanzen MPM (Multipurpose Motorcycle) atau motor serbaguna yang dapat membantu dalam ladang pertanian dan perkebunan.
Motor konsep Kanzen Sasori

Produk konsep yang disajiakan disampaing menawarkan banyak inovasi seperti skubek sport, juga motor yang sangat Indonesia banget semisal Kanzen Hybrid yang mengaplikasi dual penggunaan BBM dari LPG dan Bensin lalu ada Kanzen MPM (Multipurpose Motorcycle) atau motor serbaguna yang dapat membantu dalam ladang pertanian dan perkebunan.
Terkait "Silent War" Jepang terhadap Industri Otomotof Pribumi: Ternyata Indonesia Pasar motor Terbesar di Asia
Indonesia merupakan pasar motor terbesar di Asia, namun negeri ini belum mempunyai produksi motornya sendiri, sehingga banyak produsen motor dari negara lainnya seperti China, Jepang, dan Italia melemparkan produksinya ke Indonesia.
Potensi pasar yang besar itu mendorong TVS Group melalui TVS Motor Company Indonesia pada tahun 2005 melakukan investasi sebesar 50 juta dolar AS ke pasar domestik dengan mendirikan pabrik pertama di Karawang, kata Chief Operating Officer PT TVS Motor Company Indonesia (TMCI), Darmady Tjuatja saat peluncuran produksi baru TVS Neo X3i di Jakarta, Senin.
Menurut Darmadi Tjuatja, banyaknya motor dari negara lain masuk ke Indonesia menunjukkan bahwa Indonesia adalah pasar yang potensial dalam industri tersebut.
Namun India melalui TVS Group mempunyai pandangan yang berbeda dengan produsen lainnya, langsung melakukan investasi dan mendirikan pabrik di Karawang dengan produksi sebesar 300 ribu per tahun, katanya.
Ia mengatakan, pasar Indonesia dengan India sebenarnya sama, karena keduanya memiliki penduduk yang jumlah cukup besar, namun India mempunyai produksi motor sendiri seperti Bajay dan TVS Neo, sedangkan Indonesia masih belum ada produknya.
Begitu pula dengan China sudah memproduksi motor China dan mempunyai pasar sendiri, dan melepas produknya juga ke pasar Asia lainnya seperti di Indonesia, namun belum melakukan investasi di Indonesia dalam sektor tersebut.
Namun India dengan komitmen yang kuat melakukan investasi di Indonesia yang akan dijadikan sebagai pusat produksi motor TVS Indonesia untuk kawasan Asia Tenggara, tuturnya.
Ditanya kenapa masih memproduksi motor bebek, menurut dia, karena pasar masih cukup besar yang mencapai 38 persen, sedangkan TVS merupakan “anak bawang” yang baru muncul dalam tiga ini.
“Kami harapkan dapat meraih pangsa pasar di dalam negeri antara delapan persen sampai 10 persen,” katanya.
TVS Indonesia, lanjut dia juga berminat memproduksi jenis motor bukan bebek, namun saat ini masih fokus ke sektor tersebut.
Karena itu , TVS juga berharap akan dapat memproduksi satu juta unit motor dalam beberapa tahun ke depan, sehingga menjadi pemain utama dalam bisnis tersebut, katanya.
Terkait "Silent War" Jepang terhadap Industri Otomotof Pribumi: Ternyata Indonesia Pasar motor Terbesar di Asia
Indonesia merupakan pasar motor terbesar di Asia, namun negeri ini belum mempunyai produksi motornya sendiri, sehingga banyak produsen motor dari negara lainnya seperti China, Jepang, dan Italia melemparkan produksinya ke Indonesia.
Potensi pasar yang besar itu mendorong TVS Group melalui TVS Motor Company Indonesia pada tahun 2005 melakukan investasi sebesar 50 juta dolar AS ke pasar domestik dengan mendirikan pabrik pertama di Karawang, kata Chief Operating Officer PT TVS Motor Company Indonesia (TMCI), Darmady Tjuatja saat peluncuran produksi baru TVS Neo X3i di Jakarta, Senin.
Menurut Darmadi Tjuatja, banyaknya motor dari negara lain masuk ke Indonesia menunjukkan bahwa Indonesia adalah pasar yang potensial dalam industri tersebut.
Namun India melalui TVS Group mempunyai pandangan yang berbeda dengan produsen lainnya, langsung melakukan investasi dan mendirikan pabrik di Karawang dengan produksi sebesar 300 ribu per tahun, katanya.
Ia mengatakan, pasar Indonesia dengan India sebenarnya sama, karena keduanya memiliki penduduk yang jumlah cukup besar, namun India mempunyai produksi motor sendiri seperti Bajay dan TVS Neo, sedangkan Indonesia masih belum ada produknya.
Begitu pula dengan China sudah memproduksi motor China dan mempunyai pasar sendiri, dan melepas produknya juga ke pasar Asia lainnya seperti di Indonesia, namun belum melakukan investasi di Indonesia dalam sektor tersebut.
Namun India dengan komitmen yang kuat melakukan investasi di Indonesia yang akan dijadikan sebagai pusat produksi motor TVS Indonesia untuk kawasan Asia Tenggara, tuturnya.
Ditanya kenapa masih memproduksi motor bebek, menurut dia, karena pasar masih cukup besar yang mencapai 38 persen, sedangkan TVS merupakan “anak bawang” yang baru muncul dalam tiga ini.
“Kami harapkan dapat meraih pangsa pasar di dalam negeri antara delapan persen sampai 10 persen,” katanya.
TVS Indonesia, lanjut dia juga berminat memproduksi jenis motor bukan bebek, namun saat ini masih fokus ke sektor tersebut.
Karena itu , TVS juga berharap akan dapat memproduksi satu juta unit motor dalam beberapa tahun ke depan, sehingga menjadi pemain utama dalam bisnis tersebut, katanya.
Alasan Esemka Incar Para Guru dan Kepsek
Mobnas Esemka mengincar guru dan Kepala Sekolah sebagai target awal pembelinya, hal ini ditujukan agar menjadi panutan guna semakin memacu motivasi para siswa-siswinya untuk terus berkarya di bidang otomotif.
Karenanya, konsentrasi pemasaran awal akan dipusatkan pada guru dan kepala sekolah, sebagaimana diutarakan Direktur Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan Nasional Joko Sutrisno.
Ia memaparkan, segmentasi pasar bertujuan agar anak-anak SMK bisa semakin bersemangat dalam berkarya, karena melihat tokoh-tokoh panutan mereka mengakui dan membeli produk yang telah mereka ciptakan.
"Kalau guru dan kepala sekolahnya saja membeli, mereka (SMK) kan pasti bersemangat, karenanya kita coba fokus di situ dulu," ujarnya ketika berbincang dengan detikOto, Selasa (18/5/2010).
Sejauh ini, ada sekitar 7.000 SMK yang ada di Indonesia, kalau saja kepala sekolah dan gurunya membeli hasil karya muridnya ini, Esemka tentu akan maju.
Kedua mobil ini sendiri dirakit dan dikembangkan oleh lima SMK, yakni SMK 2 Solo, SMK 5 Solo, SMK Muhammadiyah Borobudur dan SMK 1 Singosari dengan mengusung tiga pilihan mesin bensin dan 1 mesin diesel.
Untuk mesin bensin, Esemka akan tersedia dalam kapasitas 1.8 liter, 2.000 cc dan 2.200 cc, sedangkan untuk diesel Esemka akan tersedia dengan mesin 2.500 cc.
Alasan Esemka Incar Para Guru dan Kepsek
Mobnas Esemka mengincar guru dan Kepala Sekolah sebagai target awal pembelinya, hal ini ditujukan agar menjadi panutan guna semakin memacu motivasi para siswa-siswinya untuk terus berkarya di bidang otomotif.
Karenanya, konsentrasi pemasaran awal akan dipusatkan pada guru dan kepala sekolah, sebagaimana diutarakan Direktur Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan Nasional Joko Sutrisno.
Ia memaparkan, segmentasi pasar bertujuan agar anak-anak SMK bisa semakin bersemangat dalam berkarya, karena melihat tokoh-tokoh panutan mereka mengakui dan membeli produk yang telah mereka ciptakan.
"Kalau guru dan kepala sekolahnya saja membeli, mereka (SMK) kan pasti bersemangat, karenanya kita coba fokus di situ dulu," ujarnya ketika berbincang dengan detikOto, Selasa (18/5/2010).
Sejauh ini, ada sekitar 7.000 SMK yang ada di Indonesia, kalau saja kepala sekolah dan gurunya membeli hasil karya muridnya ini, Esemka tentu akan maju.
Kedua mobil ini sendiri dirakit dan dikembangkan oleh lima SMK, yakni SMK 2 Solo, SMK 5 Solo, SMK Muhammadiyah Borobudur dan SMK 1 Singosari dengan mengusung tiga pilihan mesin bensin dan 1 mesin diesel.
Untuk mesin bensin, Esemka akan tersedia dalam kapasitas 1.8 liter, 2.000 cc dan 2.200 cc, sedangkan untuk diesel Esemka akan tersedia dengan mesin 2.500 cc.
Nuri Incar Anak-anak Kampus Nasionalis
Mobil nasional garapan PT Super Gasindo Jaya, Nuri, yang saat ini sedang dalam tahap pengembangan, nantinya akan dipasarkan pada masyarakat umum. Pabrikan nasional ini bakal menjadikan anak-anak kampus yang mengaku nasionalis sebagai pangsa pasarnya.
Hal tersebut diutarakan langsung CEO Super Gasindo Jaya, Kuntjoro Njoto. Ia mengatakan, segmen menengah akan menjadi incaran pemasaran Nuri kedepannya.
"Kelas menengah, khususnya para mahasiswa-mahasiswa yang peduli dengan produk dalam negeri menjadi pangsa pasar kita, mobil ini cocok untuk mereka," ujarnya ketika berbincang dengan detikOto, Senin (19/4/2010)
Selain dimensinya yang kecil, kapasitas mesin yang diperbesar bakal menjadi daya tarik tersendiri bagi para mahasiswa yang ingin tampil ekonomis dan efisien, namun tetap mengedepankan fungsi, sehingga Nuri dinilai cocok untuk mendukung aktifitas mereka.
Karenanya, sampai saat ini, Nuri terus dikembangkan terutama mengenai urusan safety dan kenyamanannya nanti, sehingga ketika mulai dipamerkan bulan Juli mendatang, sudah dalam keadaan yang siap untuk dipasarkan kepada konsumen umum.
Nuri Incar Anak-anak Kampus Nasionalis
Mobil nasional garapan PT Super Gasindo Jaya, Nuri, yang saat ini sedang dalam tahap pengembangan, nantinya akan dipasarkan pada masyarakat umum. Pabrikan nasional ini bakal menjadikan anak-anak kampus yang mengaku nasionalis sebagai pangsa pasarnya.
Hal tersebut diutarakan langsung CEO Super Gasindo Jaya, Kuntjoro Njoto. Ia mengatakan, segmen menengah akan menjadi incaran pemasaran Nuri kedepannya.
"Kelas menengah, khususnya para mahasiswa-mahasiswa yang peduli dengan produk dalam negeri menjadi pangsa pasar kita, mobil ini cocok untuk mereka," ujarnya ketika berbincang dengan detikOto, Senin (19/4/2010)
Selain dimensinya yang kecil, kapasitas mesin yang diperbesar bakal menjadi daya tarik tersendiri bagi para mahasiswa yang ingin tampil ekonomis dan efisien, namun tetap mengedepankan fungsi, sehingga Nuri dinilai cocok untuk mendukung aktifitas mereka.
Karenanya, sampai saat ini, Nuri terus dikembangkan terutama mengenai urusan safety dan kenyamanannya nanti, sehingga ketika mulai dipamerkan bulan Juli mendatang, sudah dalam keadaan yang siap untuk dipasarkan kepada konsumen umum.
Jadi Taksi: Dukung produksi massal mobnas pemerintah bisa tiru jepang dan Inggris
Taksi dibeberapa negara sudah diwajibkan untuk ikut serta dalam komitmen pelestarian lingkungan. Karenanya sejumlah perusahaan taksi dunia sudah menggunakan mobil bertenaga listrik.
Bila beberapa waktu lalu sempat muncul taksi yang menggunakan Mitsubishi i-MiEV di Jepang, kini Inggris pun mulai menerapkan hal serupa. Hanya saja bukan mobil listrik Mitsubishi tersebut yang digunakan, melainkan Mercedes-Bez Vito bermesin elektrik.
Hebatnya, program sosialisasi penggunaan taksi elektrik ini dibiayai oleh Goverment Advantage Niche Vehicle Research & Development Programme, di London, Inggris.
"Kami ingin di London taksi sudah menggunakan mobil listrik pada 2012 mendatang," ungkap Sales and Marketing Director of Zytek Automotive, Steve Tremble, seperti dikutip dari Autoevolution, Jumat (2/4/2010).
Mercedes menyebut taksi elektirk ini E-Vito. Mobil itu mampu mengangkut hingga enam orang sejauh 120 km dalam sekali pehgisian baterai listriknya. Bila baterai habis, dapat diisi ulang lagi dengan memakan waktu enam jam.
E-Vito menggunakan motor listrik bertenaga 75kW (95hp) yang disuplai dari baterai Li-ion yang mempunyai power 35 kWh. Untuk motor listrik dipakai keluaran Zytek, sementara baterai listriknya dipasok dari Valence.
Sedang transmisi E-Vito, pabrikan Jerman itu memilih merek Vocis yang disuplai oleh Graziano. Selain itu, disematkan pula teknologi yang memungkinkan roda belakang bisa membelok. Dengan begitu radius putar E-Vito bisa mencapai 7,6m.
Posisi motor listrik terpasang di atas mesin dan ada penambahan air untuk mencegah panas dari mesin. Kabel-kabel listrik bertegangan tinggi dan rendah saling berhubungan. Begitu juga sistem lainnya seperti ABS (antilock braking system), ESP (electronic stability program) dan OBD (onboard diagnotics).
Untuk memuluskan proyek kendaraan listrik ini, Mercedes-Benz Inggris memberi kepercayaan kepada Zytek, Valence Technologies & Penso. Untuk pemasaran akan diserahkan kepada Zyteck.
Jadi Taksi: Dukung produksi massal mobnas pemerintah bisa tiru jepang dan Inggris
Taksi dibeberapa negara sudah diwajibkan untuk ikut serta dalam komitmen pelestarian lingkungan. Karenanya sejumlah perusahaan taksi dunia sudah menggunakan mobil bertenaga listrik.
Bila beberapa waktu lalu sempat muncul taksi yang menggunakan Mitsubishi i-MiEV di Jepang, kini Inggris pun mulai menerapkan hal serupa. Hanya saja bukan mobil listrik Mitsubishi tersebut yang digunakan, melainkan Mercedes-Bez Vito bermesin elektrik.
Hebatnya, program sosialisasi penggunaan taksi elektrik ini dibiayai oleh Goverment Advantage Niche Vehicle Research & Development Programme, di London, Inggris.
"Kami ingin di London taksi sudah menggunakan mobil listrik pada 2012 mendatang," ungkap Sales and Marketing Director of Zytek Automotive, Steve Tremble, seperti dikutip dari Autoevolution, Jumat (2/4/2010).
Mercedes menyebut taksi elektirk ini E-Vito. Mobil itu mampu mengangkut hingga enam orang sejauh 120 km dalam sekali pehgisian baterai listriknya. Bila baterai habis, dapat diisi ulang lagi dengan memakan waktu enam jam.
E-Vito menggunakan motor listrik bertenaga 75kW (95hp) yang disuplai dari baterai Li-ion yang mempunyai power 35 kWh. Untuk motor listrik dipakai keluaran Zytek, sementara baterai listriknya dipasok dari Valence.
Sedang transmisi E-Vito, pabrikan Jerman itu memilih merek Vocis yang disuplai oleh Graziano. Selain itu, disematkan pula teknologi yang memungkinkan roda belakang bisa membelok. Dengan begitu radius putar E-Vito bisa mencapai 7,6m.
Posisi motor listrik terpasang di atas mesin dan ada penambahan air untuk mencegah panas dari mesin. Kabel-kabel listrik bertegangan tinggi dan rendah saling berhubungan. Begitu juga sistem lainnya seperti ABS (antilock braking system), ESP (electronic stability program) dan OBD (onboard diagnotics).
Untuk memuluskan proyek kendaraan listrik ini, Mercedes-Benz Inggris memberi kepercayaan kepada Zytek, Valence Technologies & Penso. Untuk pemasaran akan diserahkan kepada Zyteck.
Signalauto.net ready to support "mobnas project"
In their release in "mobnas" facebook, signalauto.net express their support and readiness to take part in the building of "mobnas project".
signalauto.net or SIGNAL KUSTOM BUILT was found in Bandung, Indonesia. Opened in 2005, They became the leader in auto modification and custom painting in town. They had rebuilt and won many contest cars, especially well known by the extreme transformation of ‘97 Panther Pick Up into Hummer H2 SUT. With their product quality, team creativity, and variety of design, they could transform any vehicle into a unique work of art.
More
Ternyata Jerman Melalui Mercedes Pernah Menyuap Damri: Saatnya Indonesia Memakai Bus Lokal
Perusahaan Daimler, yang membuat mobil dan bus Mercedes, terungkap pernah menyuap pejabat BUMN di Perum Damri. Namun, Kementerian BUMN menjamin pengadaan bus setelah tahun 2005 bebas dari suap.
Penyuapan Daimler di Indonesia adalah bagian dari kasus penyuapan besar-besaran pabrik Mercedes itu di 22 negara yang diungkap oleh US Department of Justice (Depkum HAM AS). Daimler kini menghadapi tuntutan di AS atas praktek penyuapan yang diungkap Depkum HAM AS.
Penyuapan ini untuk melancarkan tender pengadaan mobil, bus atau truk Mercedes dengan pemerintah setempat. Nah, di Indonesia, yang kebagian uang suap Daimler adalah Perum Damri yang menerima US$ 41.000. Uang itu untuk keanggotaan golf, hadiah perkawinan dan bentuk penyuapan lain untuk pejabat terkait.
"Saya yakin kalau pengadaannya tahun 2006 ke atas, tidak ada pejabat BUMN yang terlibat," kata Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu saat dihubungi detikcom lewat telepon, Kamis (25/3/2010).
Menurut dia, Kementerian BUMN baru dibentuk tahun 2005. Perum Damri sebelum itu berada di bawah Kementerian Perhubungan.
"Saya sudah cek itu (suap Mercedes), tapi saya nggak tahu kapan pengadaannya. Tapi saya yakin itu sebelum ada Kementerian BUMN," jelas Said.
Memang, data dari Depkum HAM AS tidak menyebutkan tahun proyek pengadaan bus Damri yang menggandeng Mercedes. Depkum HAM AS hanya menyebutkan rentang waktu kejadian penyuapan di 22 negara itu pada 1998-2008.
"Saya juga nggak tahu persis orangnya (pejabat Damri) masih menjabat atau tidak sekarang ini," pungkasnya.
Sementara itu Dirut Perum Damri, Iwitjara Adjie, belum bisa dikonfirmasi terkait hal ini. Dia tidak merespons saat dihubungi beberapa kali lewat ponselnya.
Mobindo: Produsen Bus Nasional
Gabungan beberapa karoseri nasional mengembangkan perakitan sasis bus buatan dalam negeri yang diberi nama Mobindo (Mobil Indonesia).
Rencananya Mobindo mulai diproduksi pada bulan Oktober 2009 dengan investasi awal hingga US$ 10 juta.
Direktur Utama PT Mekar Armada Jaya (New Armada) David Herman Jaya mengatakan Mobindo dikembangkan oleh 5 pemegang saham utama antara lain Adi Putro, Armada Jaya, Dongpung, Honda dan Askarindo.
"Produksi awal kami akan produksi 500-1000 unit sasis bus per tahun," katanya saat ditemui di gedung Departemen Perindustrian, Kamis malam (13/8/2009).
Rencananya Mobindo akan memproduksi jenis sasis bus untuk ukuran 9 meter keatas dengan target pasar metromini untuk wilayah pedesaan.
"Produksinya untuk memenuhi permintaan pasar dalam negeri," katanya.
Dikatakannya selama ini produk sasis banyak diimpor dari luar negeri. Sehingga dengan adanya produk sasis Mobindo kebutuhan sasis bus bisa depenuhi dari dalam negeri meskipun dalam jumlah terbatas.
"Kita akan maksimalkan komponen lokal semua, tujuanya kita lokal," jelasnya.
David menambahkan total kebutuhan mobil komersial termasuk bus per tahunnya mencapai 65.000-70.000 unit per tahun. Sampai saat ini total perusahaan karoseri di tanah air mencapai 400 perusahaan, dengan tenaga kerja sekitar 40.000-50.000 orang.